Keluarga adalah harta yang tak ternilai. Mereka
selalu ada dan mendukung apapun yang kita lakuin asalkan sesuatu yang dianggap
positif dan bermanfaat buat kita. Walupun kadang apa yang kita inginkan nggak
sejalan denga apa yang mereka mau. Dan hal tersebut membuat kita terkadang
merasa benci dan menyesal mengapa dilahirkan dalam keluarga yang kurang
demokratis dan sebagainya. Namun, kita mesti sadar akan arti pentingnya mereka,
merekalah tempat satu-satunya kita kembali selama kita hidup di dunia ini,
merekalah yang selalu menerima kita apapun kondisi kita, di dalam hati
merekalah nama kita selalu disebut, dan di dalam doa mereka nama kita disebut
tiada henti tanpa kita ketahui dan mereka tidak mengharapkan balasan dari kita.
Dan hanya dari merekalah kita bisa mendapatkan kasih yang tulus.
Terkadang kita lupa akan keberadaan mereka karena
terlalu asyik dengan kegiatan masing-masing. Namun, sesibuk dan sepadat apapun jadwal
kita sisakan di pojok hati dan pikiran kita untuk mereka. Walaupun mereka tidak
pernah meminta apapun dari kita tetapi sedikit perhatian kita untuk mereka itu
sudah sangat membahagiakan mereka sekalipun itu hanya sekedar mengirim sebuah
pesan singkat. Ingat dalam sehari berapa sering anda mengirim pesan singkat
untuk pacar anda dari pada untuk orang tua dan keluarga terdekat anda. Saya
yakin pasti lebih banyak untuk pacar anda daripada untuk orang tua dan keluarga
anda, apapun pembenaran yang anda berikan. Karena sesuatu di dunia ini tidak
ada yang salah karena setiap orang punya pembenaran masing-masing.
Perlu kalian sadari bahwa kebersamaan kita dengan
keluarga itu sangat singkat. Karena suatu saat kita akan berpisah dengan mereka
untuk mengurus kehidupan kita masing-masing dan yang bisa kita lakukan hanya berdoa
dan mendoakan dari jauh. Oleh karena itu, manfaatkan kersamaan ini dengan
sebaik mungkin. Karena banyak moment-moment kecil yang berkesan terjadi dalam
hidup kita tidak dapat diulang kembali apalagi hal tersebut indah untuk
diingat. Suatu saat kita pasti akan merasa ingin mengulangi moment tersebut.
Sebaliknya moment yang buruk pasti akan kita kubur dalam-dalam dan tidak ingin
mengingat kembali. Seburuk apapun kejadian yang terjadi di masa lalu sebisa
mungkin kita jadikan acuan dan pelajaran untuk merekonstruksikan masa depan
kita agar tidak mengulangi hal tersebut. Kita harus ingat bahwa kehidupan ini
terus berjalan dan tidak bisa diulang, maka dari itu setiap kejadian yang ada
dalam hidup ini entah baik atau buruk tidak perlu kita takutkan, karena semua
kejadian tersebut telah diatur oleh tuhan dan manusia hanya perlu memaknai
setiap kejadian yang ada dan tetap percaya bahwa Tuhan punya rencana yang indah
buat kita.
Ngomongin soal keluarga, mungkin saya dari sekian
yang orang yang disayang oleh Tuhan karena di usia saya yang ke 18 ayah saya
sudah dijemput oleh Tuhan, otomatis keluarga saya telah berkurang satu orang
dan dia adalah HERO saya di dunia ini. Walupun mungkin memiliki banyak
kekurangan sebagaimana layaknya manusia biasa, namun sosoknya tidak akan pernah
tergantikan. Banyak cita cita yang terucap saat kebersamaan kami berlangsung,
tetapi semua hanya tinggal di angan dan menjadi kenangan setelah kepergiannya. Mungkin
benar jika ada ungkapan untuk laki-laki yang mengatakan bahwa “Sebelum menjadi
hero untuk orang lain jadilah hero untuk anakmu”. Kurang lebih beliau
menggunakan ungkapan tersebut dalam hidupnya. Karena banyak hal yang beliau
lakukan dan korbankan untuk keluarga dan tak jarang beliau mengorbankan
pekerjaannya atau urusannya dengan orang lain hanya untuk sebuah kebersamaan.
Tepat 10 November 2014 adalah satu tahun ayah saya meninggalkan dunia ini.
Semoga tetap bahagia di sana sesuai dengan amal dan perbuatannya di dunia.
Pada prinsipnya dalam menjalani hidup manusia tidak
akan lepas dari yang namanya masalah. Jangan mau hidup kalo tidak mau bertemu
dengan masalah itu mungkin memang benar. Daripada terus mengkambinghitamkan
setiap masalah atau kejadian yang terjadi dalam hidup ini, layaknya kita harus
bisa menjadi problem solver untuk diri kita sendiri. Jangan sampai kita
diperbudak oleh suatu masalah atau situasi, harusnya kitalah yang mesti mampu
mengatur dan memanage suatu masalah atau situasi. Karena hidup ini tidak untuk
menunggu badai reda but it’s about learning to dance in the rain. Ingat bahwa
untuk membuat sebuah pelangi kita perlu yang namanya hujan. Naik turunya
kehidupan apalagi dalam sebuah keluarga itu wajar, anggap saja sebagai proses
menuju sesuatu yang lebih indah.
Pada dasarnya apapun kondisi dan keadaan orang tua
dan keluarga kalian, hanya merekalah yang dengan tangan terbuka dan lapang dada
menerima dan mengasihi kita tanpa pamrih. Perlu diingat bahwa keluargalah harta
yang tak ternilai. Kalian mesti yakin dan percaya dan tetap sadar bahwa orang
tua dan keluarga adalah orang-orang terbaik yang dipilihkan tuhan untuk kita,
apapun kekurangan mereka.
haiii
BalasHapuskeren (y) tapi jangan typo lagi ya'
BalasHapusisi blognya dalem banget :D
good job !!!
Setuju banget dengan Dhanis.
BalasHapusLagipula, jika kita berani membantah atau mengabaikan saran dari orang tua, akan tiba saat di mana Allah memberi peringatan. Biasanya, peringatan itu akan menimbukan sakit atau sesal di kemudian hari. So, yuk, kita berbakti pada orang tua dengan sepenuh hati. Hal terpenting yang harus kita ingat adalah ridha Allah berdasar pada ridha orang tua :)
terimakasih yeee
BalasHapus