Sabtu, 11 Oktober 2014

family :*



Keluarga adalah harta yang tak ternilai. Mereka selalu ada dan mendukung apapun yang kita lakuin asalkan sesuatu yang dianggap positif dan bermanfaat buat kita. Walupun kadang apa yang kita inginkan nggak sejalan denga apa yang mereka mau. Dan hal tersebut membuat kita terkadang merasa benci dan menyesal mengapa dilahirkan dalam keluarga yang kurang demokratis dan sebagainya. Namun, kita mesti sadar akan arti pentingnya mereka, merekalah tempat satu-satunya kita kembali selama kita hidup di dunia ini, merekalah yang selalu menerima kita apapun kondisi kita, di dalam hati merekalah nama kita selalu disebut, dan di dalam doa mereka nama kita disebut tiada henti tanpa kita ketahui dan mereka tidak mengharapkan balasan dari kita. Dan hanya dari merekalah kita bisa mendapatkan kasih yang tulus.

Terkadang kita lupa akan keberadaan mereka karena terlalu asyik dengan kegiatan masing-masing. Namun, sesibuk dan sepadat apapun jadwal kita sisakan di pojok hati dan pikiran kita untuk mereka. Walaupun mereka tidak pernah meminta apapun dari kita tetapi sedikit perhatian kita untuk mereka itu sudah sangat membahagiakan mereka sekalipun itu hanya sekedar mengirim sebuah pesan singkat. Ingat dalam sehari berapa sering anda mengirim pesan singkat untuk pacar anda dari pada untuk orang tua dan keluarga terdekat anda. Saya yakin pasti lebih banyak untuk pacar anda daripada untuk orang tua dan keluarga anda, apapun pembenaran yang anda berikan. Karena sesuatu di dunia ini tidak ada yang salah karena setiap orang punya pembenaran masing-masing. 

Perlu kalian sadari bahwa kebersamaan kita dengan keluarga itu sangat singkat. Karena suatu saat kita akan berpisah dengan mereka untuk mengurus kehidupan kita masing-masing dan yang bisa kita lakukan hanya berdoa dan mendoakan dari jauh. Oleh karena itu, manfaatkan kersamaan ini dengan sebaik mungkin. Karena banyak moment-moment kecil yang berkesan terjadi dalam hidup kita tidak dapat diulang kembali apalagi hal tersebut indah untuk diingat. Suatu saat kita pasti akan merasa ingin mengulangi moment tersebut. Sebaliknya moment yang buruk pasti akan kita kubur dalam-dalam dan tidak ingin mengingat kembali. Seburuk apapun kejadian yang terjadi di masa lalu sebisa mungkin kita jadikan acuan dan pelajaran untuk merekonstruksikan masa depan kita agar tidak mengulangi hal tersebut. Kita harus ingat bahwa kehidupan ini terus berjalan dan tidak bisa diulang, maka dari itu setiap kejadian yang ada dalam hidup ini entah baik atau buruk tidak perlu kita takutkan, karena semua kejadian tersebut telah diatur oleh tuhan dan manusia hanya perlu memaknai setiap kejadian yang ada dan tetap percaya bahwa Tuhan punya rencana yang indah buat kita.

Ngomongin soal keluarga, mungkin saya dari sekian yang orang yang disayang oleh Tuhan karena di usia saya yang ke 18 ayah saya sudah dijemput oleh Tuhan, otomatis keluarga saya telah berkurang satu orang dan dia adalah HERO saya di dunia ini. Walupun mungkin memiliki banyak kekurangan sebagaimana layaknya manusia biasa, namun sosoknya tidak akan pernah tergantikan. Banyak cita cita yang terucap saat kebersamaan kami berlangsung, tetapi semua hanya tinggal di angan dan menjadi kenangan setelah kepergiannya. Mungkin benar jika ada ungkapan untuk laki-laki yang mengatakan bahwa “Sebelum menjadi hero untuk orang lain jadilah hero untuk anakmu”. Kurang lebih beliau menggunakan ungkapan tersebut dalam hidupnya. Karena banyak hal yang beliau lakukan dan korbankan untuk keluarga dan tak jarang beliau mengorbankan pekerjaannya atau urusannya dengan orang lain hanya untuk sebuah kebersamaan. Tepat 10 November 2014 adalah satu tahun ayah saya meninggalkan dunia ini. Semoga tetap bahagia di sana sesuai dengan amal dan perbuatannya di dunia.

Pada prinsipnya dalam menjalani hidup manusia tidak akan lepas dari yang namanya masalah. Jangan mau hidup kalo tidak mau bertemu dengan masalah itu mungkin memang benar. Daripada terus mengkambinghitamkan setiap masalah atau kejadian yang terjadi dalam hidup ini, layaknya kita harus bisa menjadi problem solver untuk diri kita sendiri. Jangan sampai kita diperbudak oleh suatu masalah atau situasi, harusnya kitalah yang mesti mampu mengatur dan memanage suatu masalah atau situasi. Karena hidup ini tidak untuk menunggu badai reda but it’s about learning to dance in the rain. Ingat bahwa untuk membuat sebuah pelangi kita perlu yang namanya hujan. Naik turunya kehidupan apalagi dalam sebuah keluarga itu wajar, anggap saja sebagai proses menuju sesuatu yang lebih indah.

Pada dasarnya apapun kondisi dan keadaan orang tua dan keluarga kalian, hanya merekalah yang dengan tangan terbuka dan lapang dada menerima dan mengasihi kita tanpa pamrih. Perlu diingat bahwa keluargalah harta yang tak ternilai. Kalian mesti yakin dan percaya dan tetap sadar bahwa orang tua dan keluarga adalah orang-orang terbaik yang dipilihkan tuhan untuk kita, apapun kekurangan mereka.

Bltr/10/Okt/2014

4 komentar:

  1. keren (y) tapi jangan typo lagi ya'
    isi blognya dalem banget :D
    good job !!!

    BalasHapus
  2. Setuju banget dengan Dhanis.
    Lagipula, jika kita berani membantah atau mengabaikan saran dari orang tua, akan tiba saat di mana Allah memberi peringatan. Biasanya, peringatan itu akan menimbukan sakit atau sesal di kemudian hari. So, yuk, kita berbakti pada orang tua dengan sepenuh hati. Hal terpenting yang harus kita ingat adalah ridha Allah berdasar pada ridha orang tua :)

    BalasHapus