Teman dan persahabatan itu penting banget. Tapi hati-hati
zaman sekarang banyak temen yang Cuma abal-abal alias deketnya kalo butuh aja. Menurut
saya teman itu untuk selamanya dan apa yang terjadi saat ini adalah sebuah
proses yang sedang menguji seberapa besarkah rasa persahabatan kita. Tak jarang
dalam sebuah perteman atau persahabatan banyak terjadi konflik. Sebisa mungkin
konflik yang terjadi dapat dijadikan suatu pelajaran guna mendewasakan diri. Karena
pada dasarnya tidak ada orang dewasa yang mengaku dirinya telah dewasa. Apalagi
kedewasaan seseorang tidak dapat diukur dengan usia. Karena kedewasaan hanya
dapat dibuktikan melalui cara berfikir dan tindakan yang dilakukan. So, kalo
ada seseorang yang berkoar-koar mengatakan bahwa dirinya telah dewasa
kemungkinan dia masih dalam tahap pencarian jati diri.
Ngomongin masalah persahabatan itu emang nggak ada
habisnya. Apalagi buat saya sahabat itu lebih dari seorang pacar. Karena pacar
walaupun ngomong bisa nerima kita apa adanya itu bullshit. Tapi kalo sahabat
dia lebih tau dan lebih ngerti kita apa adanya. Dengan sahabat yang bener-bener
tulus kita bisa ngungkapin apa aja yang ada dalam benak kita. Karena hanya sahabat
yang tulus yang ngomongin kebaikan kita dibelakang kita. Sahabat itu seperti
bintang yang kadang nggak terlihat tapi selalu ada buat kita. Selalu ada hal-hal
unik dan lucu disetiap obrolan kita dan nggak ada kata bosan disetiap obrolan
kita walau berjam-jam tapi serasa sebentar dan berkesan. Saling bertukar
informasi, bertukar pengalaman dan saling menginspirasi itulah sahabat sejati. Banyak
rencana masa depan yang kita susun bersama walaupun jalan kita nggak selalu
sama namun kita dapat berjalan beriringan.
Quality time bareng sahabat itu penting banget. Kurang
lebih itu yang saya lakuin akhir akhir ini, karena jujur manfaatnya kerasa
banget. Apalagi saya dan sahabat saya sama-sama agak introvert so kalo ngobrol
kadang sampe lupa waktu. Karena dalam diri kita(saya&sahabat) tertanam
bahwa tidak semua orang dapat nerima apa yang kita omongin dan terkadang untuk
sekedar cerita kita perlu tahu bahwa cerita kita nggak ada sangkut pautnya sama
privasi orang. Jadi kalo mau cerita pasti kita cari orang yang pas. Mungkin ini
yang selalu dikatakan bahwa orang-orang introvert cenderung lebih pendiam. Namun
dalam diam seorang introvert tersimpan berbagai informasi dan
pereneungan-perenungan karena dia selalu memikirkan apa yang akan dia katakan,
misalnya apa itu pantas dibicarakan, apa perlu untuk dibicarakan, apa kira-kira
jawaban yang akan diberikan orang lain. Dan orang introvert cenderung
membicarakan hal-hal tersebut dengan orang yang benar-benar sudah dipercayanya.
Dengan kadar Introvert 93% dan tipe ISTJ saya sangat bangga dengan sahabat saya
yang dapat memahami diri saya dan mensuport setiap apa yang saya lakukan. Susah,
seneng, sedih, bahagia, ketawa dan apapun itu kita lalui bersama walaupun
banyak cobaan yang datang pada diri kita, namun kita selalu mencoba untuk
memaknainya.
Tanpa disadari dalam hidup selalu ada hitam putih,
gelap terang, senang sedih, bahkan bangga dan kecewa yang selalu tak bisa lepas
dari kehidupan kita. Namun betapa bijaknya kita jika, bisa memaknai dan
mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi di dalam hidup ini. Hidup ini
selalu berjalan ke depan namun tetap jangan lupakan apa yang telah kita lalui
karena dengan masa lalu kita dapat berkaca dan belajar agar tidak jatuh pada
lubang yang sama.
Yang jelas dalam hidup ini kita harus bisa mempertahankan
apa yang bisa membuat kita bahagia dan sebisa mungkin mengambil hikmah dari apa
yang membuat kita menderita. Kita harus tetep ingat bahwa Tuhan selalu bersama
kita apapun keadaan kita. Keep strong everybody