Senin, 29 September 2014

Everlasting Friend




Teman dan persahabatan itu penting banget. Tapi hati-hati zaman sekarang banyak temen yang Cuma abal-abal alias deketnya kalo butuh aja. Menurut saya teman itu untuk selamanya dan apa yang terjadi saat ini adalah sebuah proses yang sedang menguji seberapa besarkah rasa persahabatan kita. Tak jarang dalam sebuah perteman atau persahabatan banyak terjadi konflik. Sebisa mungkin konflik yang terjadi dapat dijadikan suatu pelajaran guna mendewasakan diri. Karena pada dasarnya tidak ada orang dewasa yang mengaku dirinya telah dewasa. Apalagi kedewasaan seseorang tidak dapat diukur dengan usia. Karena kedewasaan hanya dapat dibuktikan melalui cara berfikir dan tindakan yang dilakukan. So, kalo ada seseorang yang berkoar-koar mengatakan bahwa dirinya telah dewasa kemungkinan dia masih dalam tahap pencarian jati diri.

Ngomongin masalah persahabatan itu emang nggak ada habisnya. Apalagi buat saya sahabat itu lebih dari seorang pacar. Karena pacar walaupun ngomong bisa nerima kita apa adanya itu bullshit. Tapi kalo sahabat dia lebih tau dan lebih ngerti kita apa adanya. Dengan sahabat yang bener-bener tulus kita bisa ngungkapin apa aja yang ada dalam benak kita. Karena hanya sahabat yang tulus yang ngomongin kebaikan kita dibelakang kita. Sahabat itu seperti bintang yang kadang nggak terlihat tapi selalu ada buat kita. Selalu ada hal-hal unik dan lucu disetiap obrolan kita dan nggak ada kata bosan disetiap obrolan kita walau berjam-jam tapi serasa sebentar dan berkesan. Saling bertukar informasi, bertukar pengalaman dan saling menginspirasi itulah sahabat sejati. Banyak rencana masa depan yang kita susun bersama walaupun jalan kita nggak selalu sama namun kita dapat berjalan beriringan.

Quality time bareng sahabat itu penting banget. Kurang lebih itu yang saya lakuin akhir akhir ini, karena jujur manfaatnya kerasa banget. Apalagi saya dan sahabat saya sama-sama agak introvert so kalo ngobrol kadang sampe lupa waktu. Karena dalam diri kita(saya&sahabat) tertanam bahwa tidak semua orang dapat nerima apa yang kita omongin dan terkadang untuk sekedar cerita kita perlu tahu bahwa cerita kita nggak ada sangkut pautnya sama privasi orang. Jadi kalo mau cerita pasti kita cari orang yang pas. Mungkin ini yang selalu dikatakan bahwa orang-orang introvert cenderung lebih pendiam. Namun dalam diam seorang introvert tersimpan berbagai informasi dan pereneungan-perenungan karena dia selalu memikirkan apa yang akan dia katakan, misalnya apa itu pantas dibicarakan, apa perlu untuk dibicarakan, apa kira-kira jawaban yang akan diberikan orang lain. Dan orang introvert cenderung membicarakan hal-hal tersebut dengan orang yang benar-benar sudah dipercayanya. Dengan kadar Introvert 93% dan tipe ISTJ saya sangat bangga dengan sahabat saya yang dapat memahami diri saya dan mensuport setiap apa yang saya lakukan. Susah, seneng, sedih, bahagia, ketawa dan apapun itu kita lalui bersama walaupun banyak cobaan yang datang pada diri kita, namun kita selalu mencoba untuk memaknainya. 

Tanpa disadari dalam hidup selalu ada hitam putih, gelap terang, senang sedih, bahkan bangga dan kecewa yang selalu tak bisa lepas dari kehidupan kita. Namun betapa bijaknya kita jika, bisa memaknai dan mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi di dalam hidup ini. Hidup ini selalu berjalan ke depan namun tetap jangan lupakan apa yang telah kita lalui karena dengan masa lalu kita dapat berkaca dan belajar agar tidak jatuh pada lubang yang sama.

Yang jelas dalam hidup ini kita harus bisa mempertahankan apa yang bisa membuat kita bahagia dan sebisa mungkin mengambil hikmah dari apa yang membuat kita menderita. Kita harus tetep ingat bahwa Tuhan selalu bersama kita apapun keadaan kita. Keep strong everybody

Rabu, 24 September 2014

souljah @grahacakrawala UM Malang
 Yes, finally nonton konser lagi setelah setahun mengurung diri dan tenggelam dalam rutinitas kampus yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Selama setahun terakhir ini saya memang jadi maba yang lugu dan lucu. Kuliah juga Kupu-Kupu. Tetapi setelah negara api menyerang semuanya berubah, walaupun saya adalah orang yang introvert. (Orang introvert itu emang biasanya pendiam. Biasanya temannya sedikit tapi kalau dia sudah menerima orang itu sebagai temannya, biasanya persahabatan itu akan berlangsung seumur hidup, karena itu orang introvert cenderung setia). Namun sifat introveet saya lama kelamaan sedikit memudar ditambah lagi saat ini saya sudah menemukan yang namanya kenyamanan, pertemanan, persahabatan, dan sudah banyak belajar bagaimana menjalin komunikasi dengan orang lain dengan lebih bijak dan dewasa. ciee mahasiswa.

setelah menjadi mahasiswa selama setahun terakhir ini jujur saya merasa lebih bijak dalam menghadapi suatu persoalan. Jadi bener banget kalo ada yang bilang saat kuliah itu walaupun kita nggak dapat ilmunya tapi kita bisa dapat ilmu kehidupan, dan itu yang saya rasakan dalam setahun belakangan.

Ngomongin masalah pertemanan dan persahabatan di sini terlihat lebih real banget. Di posisi ini saya bisa melihat teman atau orang yang ada di sekeliling saya secara lebih nyata dan apa adanya, karena segala sesuatunya dituntut secara mandiri dan dinilai secara individu karena sudah dianggap dewasa (katanya). Di masa-masa ini kita gampang banget buat ngliat siapa aja yang deket sama kita kalo lagi butuh aja sama yang deket karena emang bener-bener tulus. Sedikit curcol akhir-akhir ini saya baru ngerasa kalo saya dibutuhkan seseorang (sebut saja bunga) kalo dia lagi butuh aja, giliran saya yang butuh ehh malah ngehindar eg. lagi butuh buat minjem buku ehh pas ditanyain saya malah dikacangin dan mukenya itu lohh yang bikin orang mau nimpuk pake sepatu. Emang sih si dia(sebut saja bunga) kalo sama nilai emang nggak pernah mau pengertian sama temen walaupun hanya sekedar buat minjemin buku(menurut sumber yg bisa dipercaya). Tapi tapi tapi emang sih mahasiswa jaman sekarang yang dicari cuma nilai. Mereka nggak pernah sadar bahwa ilmu kehidupan yang ada di kampus itu banyak dan penting buat sesudah kita lulus nanti (katanya mas mas angkatan tua).


Pertama kali nonton konser pas lagi kelas 1 SMA yaitu nonton Mysin. Berikutnya nonton Thirteen dan disinilah saya nemuin seninya nonton konser. Mulai dari ketemu orang-orang yang ekspresif, crowdnya yang asik sampek

Tipe Introvert sih biasanya bijaksana dan bisa memecahkan problem orang lain asal orang itu mau minta nasihatnya, makanya cocok jadi tempat curhat, tapi kalau nggak ya tipe introvert itu termasuk orang yang 'mahal bicaranya'. Jadi kalau ada orang yang diajak bicara sama tipe tersebut berarti dia beruntung.

kupu kupu nonton konser



 Yes, finally nonton konser lagi setelah setahun mengurung diri dan tenggelam dalam rutinitas kampus yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Selama setahun terakhir ini saya memang jadi maba yang lugu dan lucu. Kuliah juga Kupu-Kupu. Tetapi setelah negara api menyerang semuanya berubah, walaupun saya adalah orang yang introvert. (Orang introvert itu emang biasanya pendiam. Biasanya temannya sedikit karena lebih memilih kualitas dari pada kuantitas tapi kalau dia sudah menerima orang itu sebagai temannya, biasanya persahabatan itu akan berlangsung seumur hidup, karena itu orang introvert cenderung setia). Namun sifat introvet saya lama kelamaan sedikit memudar (sedikit nggak lebih) ditambah lagi saat ini saya sudah menemukan yang namanya kenyamanan, pertemanan, persahabatan, dan sudah banyak belajar bagaimana menjalin komunikasi dengan orang lain dengan lebih bijak dan dewasa. ciee mahasiswa.

setelah menjadi mahasiswa selama setahun terakhir ini jujur saya merasa lebih bijak dalam menghadapi suatu persoalan. Jadi bener banget kalo ada yang bilang saat kuliah itu walaupun kadang kita nggak dapat ilmunya tapi kita bisa dapat ilmu kehidupan, dan itu yang saya rasakan dalam setahun belakangan. Selain dapet ilmu kehidupan di kampus saya banyak banget nemuin orang-orang dengan tipe dan latar belakang yang beragam sehingga kelakuannya pun beragam. Sebagai seorang pengamat ulung saya banyak mengambil peajaran dari apa yang mereka perbuat. Dan disini kita belajar untuk tidak menjudge atau menghakimi apa yang dilakukan oleh orang di sekeliling kita, karena apa yang kita lihat belum tentu benar dengan apa yang mereka rasakan. Karena setiap orang punya kepentingan dan kapasitas masing-masing dan disini kita harus dapat lebih menghargai privasi orang lain.

Selama ini banyak orang yang ngomong kalo saya orang yang introvert. Jujur saya nggak nolak tapi juga nggak mengiyakan. Karena buat saya, apapun yang ada pada diri saya adalah saya dengan kepribadian dan tingkah laku saya yang apa adanya sesuai dengan apa yang saya inginkan. Tapi tapi tapi kalo baca di artikel artikel yang membahas masalah kepribadian introvert kurang lebih apa yang di ungkapkan para penulisnya memang ada pada diri saya. so still woles aja lah….

Ngomongin masalah pertemanan dan persahabatan di sini terlihat lebih real banget. Di posisi ini saya bisa melihat teman atau orang yang ada di sekeliling saya secara lebih nyata dan apa adanya, karena segala sesuatunya dituntut secara mandiri dan dinilai secara individu karena sudah dianggap dewasa (katanya). Di masa-masa ini kita gampang banget buat ngliat siapa aja yang deket sama kita kalo lagi butuh aja sama yang deket karena emang bener-bener tulus. Sedikit curcol akhir-akhir ini saya baru ngerasa kalo saya dibutuhkan seseorang (sebut saja bunga) kalo dia lagi butuh aja, giliran saya yang butuh ehh malah ngehindar eg. lagi butuh buat minjem buku ehh pas ditanyain saya malah dikacangin dan mukenya itu lohh yang bikin orang mau nimpuk pake sepatu. Emang sih si dia(sebut saja bunga) kalo sama nilai emang nggak pernah mau pengertian sama temen walaupun hanya sekedar buat minjemin buku(menurut sumber yg bisa dipercaya). Tapi tapi tapi emang sih mahasiswa jaman sekarang yang dicari cuma nilai. Mereka nggak pernah sadar bahwa ilmu kehidupan yang ada di kampus itu lebih banyak dan penting buat sesudah kita lulus nanti (katanya mas mas angkatan tua).
 nonton Souljah @GrahaCakrawalaUM Malang

Balik lagi ngomongin masalah konser Souljah kemaren, emang sih udah beberapa tahun terakhir saya udah nggak pernah nonton lagi yang namanya konser. So begitu ada kesempatan tanpa pikir panjang, beberapa waktu yang lalu begitu ada yang ngajakin langsung brangkat dehh. Alhamdulillah seruuuu. Pertama kali nonton konser pas lagi kelas 1 SMA yaitu nonton Mysin. Berikutnya nonton Thirteen, Brigade 07 dan beberapa band indie lainnya dan disinilah saya nemuin seninya nonton konser. Mulai dari ketemu orang-orang yang ekspresif hingga crowdnya yang asik, yang bisa ngebuat kita sejenak melupakan segala problematika yang ada. Saya bisa menyebut bahwa nonton konser adalah bakat terpendam saya. walaupun untuk menonton sebuah konser saya musti merelakan muka saya numbuh jerawat yang membabi buta karena paparan asap rokok, debu dan keringat tetapi semua itu terbayarkan dengan sebuah keseruan yang ada. Dengan mencari keseruan keseruan inilah hidup seseorang akan lebih berwarna. Yang jelas apapun yang kita lakuakan asalkan tidak melenceng dari apa apa yang sudah ditetapkan pasti berdampak positif, sekalipun itu menonton sebuah pertunjukan.
STAY WOLES bradahhhh