Rabu, 24 September 2014

kupu kupu nonton konser



 Yes, finally nonton konser lagi setelah setahun mengurung diri dan tenggelam dalam rutinitas kampus yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Selama setahun terakhir ini saya memang jadi maba yang lugu dan lucu. Kuliah juga Kupu-Kupu. Tetapi setelah negara api menyerang semuanya berubah, walaupun saya adalah orang yang introvert. (Orang introvert itu emang biasanya pendiam. Biasanya temannya sedikit karena lebih memilih kualitas dari pada kuantitas tapi kalau dia sudah menerima orang itu sebagai temannya, biasanya persahabatan itu akan berlangsung seumur hidup, karena itu orang introvert cenderung setia). Namun sifat introvet saya lama kelamaan sedikit memudar (sedikit nggak lebih) ditambah lagi saat ini saya sudah menemukan yang namanya kenyamanan, pertemanan, persahabatan, dan sudah banyak belajar bagaimana menjalin komunikasi dengan orang lain dengan lebih bijak dan dewasa. ciee mahasiswa.

setelah menjadi mahasiswa selama setahun terakhir ini jujur saya merasa lebih bijak dalam menghadapi suatu persoalan. Jadi bener banget kalo ada yang bilang saat kuliah itu walaupun kadang kita nggak dapat ilmunya tapi kita bisa dapat ilmu kehidupan, dan itu yang saya rasakan dalam setahun belakangan. Selain dapet ilmu kehidupan di kampus saya banyak banget nemuin orang-orang dengan tipe dan latar belakang yang beragam sehingga kelakuannya pun beragam. Sebagai seorang pengamat ulung saya banyak mengambil peajaran dari apa yang mereka perbuat. Dan disini kita belajar untuk tidak menjudge atau menghakimi apa yang dilakukan oleh orang di sekeliling kita, karena apa yang kita lihat belum tentu benar dengan apa yang mereka rasakan. Karena setiap orang punya kepentingan dan kapasitas masing-masing dan disini kita harus dapat lebih menghargai privasi orang lain.

Selama ini banyak orang yang ngomong kalo saya orang yang introvert. Jujur saya nggak nolak tapi juga nggak mengiyakan. Karena buat saya, apapun yang ada pada diri saya adalah saya dengan kepribadian dan tingkah laku saya yang apa adanya sesuai dengan apa yang saya inginkan. Tapi tapi tapi kalo baca di artikel artikel yang membahas masalah kepribadian introvert kurang lebih apa yang di ungkapkan para penulisnya memang ada pada diri saya. so still woles aja lah….

Ngomongin masalah pertemanan dan persahabatan di sini terlihat lebih real banget. Di posisi ini saya bisa melihat teman atau orang yang ada di sekeliling saya secara lebih nyata dan apa adanya, karena segala sesuatunya dituntut secara mandiri dan dinilai secara individu karena sudah dianggap dewasa (katanya). Di masa-masa ini kita gampang banget buat ngliat siapa aja yang deket sama kita kalo lagi butuh aja sama yang deket karena emang bener-bener tulus. Sedikit curcol akhir-akhir ini saya baru ngerasa kalo saya dibutuhkan seseorang (sebut saja bunga) kalo dia lagi butuh aja, giliran saya yang butuh ehh malah ngehindar eg. lagi butuh buat minjem buku ehh pas ditanyain saya malah dikacangin dan mukenya itu lohh yang bikin orang mau nimpuk pake sepatu. Emang sih si dia(sebut saja bunga) kalo sama nilai emang nggak pernah mau pengertian sama temen walaupun hanya sekedar buat minjemin buku(menurut sumber yg bisa dipercaya). Tapi tapi tapi emang sih mahasiswa jaman sekarang yang dicari cuma nilai. Mereka nggak pernah sadar bahwa ilmu kehidupan yang ada di kampus itu lebih banyak dan penting buat sesudah kita lulus nanti (katanya mas mas angkatan tua).
 nonton Souljah @GrahaCakrawalaUM Malang

Balik lagi ngomongin masalah konser Souljah kemaren, emang sih udah beberapa tahun terakhir saya udah nggak pernah nonton lagi yang namanya konser. So begitu ada kesempatan tanpa pikir panjang, beberapa waktu yang lalu begitu ada yang ngajakin langsung brangkat dehh. Alhamdulillah seruuuu. Pertama kali nonton konser pas lagi kelas 1 SMA yaitu nonton Mysin. Berikutnya nonton Thirteen, Brigade 07 dan beberapa band indie lainnya dan disinilah saya nemuin seninya nonton konser. Mulai dari ketemu orang-orang yang ekspresif hingga crowdnya yang asik, yang bisa ngebuat kita sejenak melupakan segala problematika yang ada. Saya bisa menyebut bahwa nonton konser adalah bakat terpendam saya. walaupun untuk menonton sebuah konser saya musti merelakan muka saya numbuh jerawat yang membabi buta karena paparan asap rokok, debu dan keringat tetapi semua itu terbayarkan dengan sebuah keseruan yang ada. Dengan mencari keseruan keseruan inilah hidup seseorang akan lebih berwarna. Yang jelas apapun yang kita lakuakan asalkan tidak melenceng dari apa apa yang sudah ditetapkan pasti berdampak positif, sekalipun itu menonton sebuah pertunjukan.
STAY WOLES bradahhhh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar